Unordered List

Selamat datang di Blog Ane, jangan sungkan-sungkan kasih komen ya, semoga blog ini bisa bermanfaat,,, bisa-bermanfaat.blogspot.com

Rabu, 06 Januari 2016

Ketika Trotoar Menjadi Lahan Rejeki Bagi PKL

            Pedagan Kaki Lima atau biasa yang lebih dikenal dengan istilah PKL adalah pedagang yang biasa menjual atau membuka gerai/ warung/ lapak dagangannya di pinggir badan jalan (trotoar). Disebut pedagang kaki lima karena pada dasarnya para pedagang tersebut kebanyakan menjual barang dagangannya menggunakan gerobak yang mempunyai roda 3. Sehingga apabila di analogikan, 3 roda tersebut sebagai kaki tambahan bagi para pedagang itu sendiri. Akhirnya tersebutlah sekarang Pedagang Kaki Lima sebagaimana yang kita kenal. Hehe..
            Isue pedagang kaki lima yang marak sekarang terjadi di realita bisnis menengah kebawah sebetulnya bukan hal baru lagi. Karena ini ya.. sejak zaman kolonial Belanda pun pedagang yang berdagang di pinggir jalan sudah ada. Namun dahulu istilahnya adalah pedagang emperan jalan, bukan PKL seperti sekarang ini.
            Keberadaan para PKL tersebut sebetulnya mengganggu, karena wilayah badan jalan (trotoar) yang seharusnya digunakan oleh pejalan kaki untuk lewat lalu lalang, terpaksa tak bisa dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Dari situlah juga sering terjadi kemacetan. Kendaraan-kendaraan yang jalan, terpaksa pula harus mengalami kemacetan karena para PKL yang terlalu banyak mengambil badan jalan hingga kadang sampai memakan tempat area jalan utama, atau melewati batas trotoar. Namun di lain sisi, keberadaan PKL juga memberikan manfaat bagi para pengguna jalanan ketika harus membeli sesuatu (misal, minuman) yang otomatis para pengguna jalanan tidak harus repot-repot untuk menacri minimarket untuk membeli sebuah minuman. Harga yang ditawarkan atau dipatok oleh para PKL pun jauh lebih murah dengan harga pada minimarket.
            Dari proses transaksi jual beli dijalanan itulah para PKL mencari nafkah dan mendapatkan rejeki penghasilan. Rasanya sedikit manusiawi juga ketika kita harus memandang para PKL dijalanan dengan pandangan sebelah mata. Toh, mereka pun melakukan sebuah pekerjaan yang halal. Namun cara bekerjanya saja yang belum benar, dan perlu pembinaan untuk membenarkannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar