Unordered List

Selamat datang di Blog Ane, jangan sungkan-sungkan kasih komen ya, semoga blog ini bisa bermanfaat,,, bisa-bermanfaat.blogspot.com

Senin, 17 Oktober 2016

Pentingnya Kampanye Keselamatan Jalan



PERTEMUAN 1
Memahami Pentingnya Kampanye Keselamatan Jalan

Tujuan      :  1. Memahami dasar Hukum program kampanye keselamatan jalan
 2. Mengerti dan memahami tujuan dilakukanya program kampanye keselamatan  jalan.

1.        Dasar Hukum
a.       UU No. 22 Tahun 2009
Bab 1 Pasal 1 (31)
Keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan adalah suatu keadaan terhindarnya setiap orang dari resiko kecelakaan selama berlalulintas yang disebabkan oleh manusia, kendaraan, jalan dan/atau lingkungan
b.      UU No. 22 tahun 2009
Bab 1 Pasal 1 (2)
Lalu lintas adalah pergerakan kendaraan dan orang di ruang lalu lintas.
c.       UU No. 22 Tahun 2009
Bab 1 Pasal 1 (3)
Angkutan adalah perpindahan orang dan/atau barang dari satu tempat ke tempat lain dengan menggunakan Kendaraan di Ruang Lalu Lintas Jalan.
d.      Peraturan direktur jenderal perhubungan darat
Tentang Pedoman Teknis Penyelenggaraan Angkutan Sekolah Direktur Jenderal  Perhubungan Darat
Menimbang :
·         bahwa dengan memperhatikan perkembangan kebutuhan pelayanan angkutan orang di jalan dengan kendaraan umum dan dalam rangka mengantisipasi kebutuhan angkutan sekolah yang efektif dan efisien, maka perlu diatur mengenai penyelenggaraan angkutan sekolah;
·         bahwa berdasarkan pertimbangan huruf a, perlu diatur dengan Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat tentang Pedoman Teknis Penyelenggaraan Angkutan Sekolah.


2.        Definisi Kampanye
a.       Menurut Leslie B. Snyder (2002)
kampanye komunikasi merupakan aktivitas komunikasi yang terorganisasi, secara langsung ditujukan kepada khalayak tertentu, pada periode waktu yang telah ditetapkan untuk mencapai tujuan tertentu.
b.      Menurut Rogers dan Storey (1987):
kampanye sebagi serangkaian kegiatan komunikasi yang terorganiasi dengan tujuan untuk menciptakan dampak tertentu terhadap sebagian besar khalayak sasaran secara berkelanjutan dalam periode waktu tertentu.
c.       Secara Glosari grafis
kampanye merupakan rangkaian iklan dan berhubungan dengan usaha perancangan untuk menampilkan dan memperkenalkan sebuah ide penjualan atau jasa dalam jangka waktu yang teratur.
d.      Pfau dan Parrot (1993)
“A campaigns is conscious, sustained and incremental process designed to be implemented over a specified period of time for the purpose of influencing a specified audience” (Kampanye adalah suatu proses yang dirancang secara sadar, bertahap dan berkelanjutan yang dilaksanakan pada rentang waktu tertentu dengan tujuan mempengaruhi khalayak sasaran yang telah diterapkan).
e.       Rajasundarman (1981)
“A campaigns is acoordinated use of different methods of communication aimed at focusing attention on a particular problem and its solution over a period of time” (Kampanye dapat diartikan sebagai pemanfaatan berbagai metode komunikasi yang berbeda secara terkoordinasi dalam periode waktu tertentu yang ditujukan untuk mengarahkan khalayak pada masalah tertentu berikut pemecahannya).
f.        Kampanye adalah sebuah tindakan dan usaha yang bertujuan mendapatkan pencapaian dukungan, usaha kampanye bisa dilakukan oleh perorangan atau sekelompok orang yang terorganisir untuk melakukan pencapaian suatu proses pengambilan keputusan di dalam suatu kelompok, kampanye biasa juga dilakukan guna memengaruhi, penghambatan, pembelokan pecapaian. Dalam keselamatan lalu lintas, kampanye keselamatan lalu lintas yaitu untuk mengajak masyarakat akan lebih taat pada peraturan lalu lintas yang berlaku untuk mencapai atau terciptanya lalu lintas yang berkeselamatan.

3.        Kampanye Keselamatan Jalan
Suatu bentuk kegiatan terencana yang dilaksanakan oleh organisasi/kelompok tertentu dalam waktu tertentu untuk menyebarkan informasi tentang keselamatan jalan dengan tujuan menciptakan dampak pada sejumlah masa dalam meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap keselamatan jalan yang menggunakan berbagai metode komunikasi.

4.        Karakteristik Kampanye Keselamatan Jalan
·         Informasi ke masyarakat luas
·         Mempopulerkan masalah-masalah sosial di masyarakat
·         Hendak merubah kebiasaan atau perilaku
·         Memperbaiki kondisi sosial
·         Memberikan sebuah pemecahan
·         Tidak bermuatan politik 

5.        Model-model Kampanye
·         Kampanye memiliki beberapa model, model-model kampanye keselamatan jalan akan di jelaskan sebagai berikut :
·         Product Oriented Campaigns : Kampanye yang berorientasi pada produk, umumnya terjadi di lingkungan bisnis, berorientasi komersial, seperti peluncuran produk baru. Contoh : Kampanye Bank BTN Go Public
·         Candidate Oriented Campaigs : Kampanye yang berorientasi pada kandidat, umumnya dimotivasi karena hasrat untuk kepentingan politik. Contoh : kampanye pemilu.
·         Ideologically or cause oriented Campaigns : Jenis kampanye yang berorientasi pada tujuan-tujuan yang bersifat khusus dan seringkali berdimensi sosial, atau Social Change Campaigns.
  
6.        Contoh



Kampanye keselamatan melalui pemanfaatan bus sekolah gratis di Kabupaten Tulungagung

Kampanye dilakukan oleh Dinas Perhubungan Kab. Tulungaung, bertujuan agar anak sekolah tidak menggunakan kendaraan pribadi ketika pergi ke sekolah. Mengingat banyak terjadi kecelakaan lalu lintas di usia produktif (kalangan pelajar)

Kelebihan :
             -  Murah (Gratis) 
             -  Penggunaan kendaraan pribadi berkuran
       -  mengurangi kemacetan
                     - meningkatkan kedisiplinan anak sekolah karena keberangkatan sudah diatur dan lebih aman.
Kekurangan :
                     -  Butuh bus banyak / dana besar
                     - Bus Sering penuh
                     - Pendapatan sopir angkutan umum berkurang
                     - bus ber operasi pada jam-jam tertentu

Rabu, 06 Januari 2016

Ketika Trotoar Menjadi Lahan Rejeki Bagi PKL

            Pedagan Kaki Lima atau biasa yang lebih dikenal dengan istilah PKL adalah pedagang yang biasa menjual atau membuka gerai/ warung/ lapak dagangannya di pinggir badan jalan (trotoar). Disebut pedagang kaki lima karena pada dasarnya para pedagang tersebut kebanyakan menjual barang dagangannya menggunakan gerobak yang mempunyai roda 3. Sehingga apabila di analogikan, 3 roda tersebut sebagai kaki tambahan bagi para pedagang itu sendiri. Akhirnya tersebutlah sekarang Pedagang Kaki Lima sebagaimana yang kita kenal. Hehe..
            Isue pedagang kaki lima yang marak sekarang terjadi di realita bisnis menengah kebawah sebetulnya bukan hal baru lagi. Karena ini ya.. sejak zaman kolonial Belanda pun pedagang yang berdagang di pinggir jalan sudah ada. Namun dahulu istilahnya adalah pedagang emperan jalan, bukan PKL seperti sekarang ini.
            Keberadaan para PKL tersebut sebetulnya mengganggu, karena wilayah badan jalan (trotoar) yang seharusnya digunakan oleh pejalan kaki untuk lewat lalu lalang, terpaksa tak bisa dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Dari situlah juga sering terjadi kemacetan. Kendaraan-kendaraan yang jalan, terpaksa pula harus mengalami kemacetan karena para PKL yang terlalu banyak mengambil badan jalan hingga kadang sampai memakan tempat area jalan utama, atau melewati batas trotoar. Namun di lain sisi, keberadaan PKL juga memberikan manfaat bagi para pengguna jalanan ketika harus membeli sesuatu (misal, minuman) yang otomatis para pengguna jalanan tidak harus repot-repot untuk menacri minimarket untuk membeli sebuah minuman. Harga yang ditawarkan atau dipatok oleh para PKL pun jauh lebih murah dengan harga pada minimarket.
            Dari proses transaksi jual beli dijalanan itulah para PKL mencari nafkah dan mendapatkan rejeki penghasilan. Rasanya sedikit manusiawi juga ketika kita harus memandang para PKL dijalanan dengan pandangan sebelah mata. Toh, mereka pun melakukan sebuah pekerjaan yang halal. Namun cara bekerjanya saja yang belum benar, dan perlu pembinaan untuk membenarkannya.